MENULIS BERSAMA KEPALA LPMP PROVINSI ACEH DENGAN TEMA PRAKTIK BAIK

Dalam rangka menyemarakkan perayaan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2021 yang jatuh pada 2 Mei kemarin, LPMP Provinsi Aceh telah melaksanakan kegiatan Menulis Bersama Kepala LPMP Provinsi Aceh pada Senin, 10 Mei 2021.

Lebih dari 250 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan dengan antusias. Webinar yang berskala nasional yang melibatkan unsur Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Praktisi Pendidikan yang tertarik untuk terlibat dalam ajang Menulis dengan tema Praktik Baik selama Pandemi Covid-19 baik secara daring maupun luring sebagai peserta.

LPMP Provinsi Aceh melaksanakan ajang Menulis Praktik Baik ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi, mengedukasi, dan memberikan inspirasi bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran terutama di masa pandemi Covid-19. Jika memenuhi target, 100 karya terbaik yang dikirimkan oleh para peserta akan dikompilasi dan dibukukan dengan ISBN.

Plt. Kepala LPMP Provinsi Aceh, Dr. Muslihuddin, M.Pd berkesempatan untuk memberi sambutan, membuka, sekaligus menjadi narasumber tentang Pentingnya Penulisan Praktik Pembelajaran selama Covid-19 dalam kegiatan tersebut.  “Peran guru sangat penting, namun orang tua dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran juga harus berperan aktif dalam mewujudkan merdeka belajar, termasuk LPMP Provinsi Aceh bekerjasama dengan Dinas Pendidikan akan terus mengawal agar merdeka belajar terwujud di bumi Aceh. Salah satunya dengan dilaksankan kegiatan Penulisan Praktik Baik ini.” tegas beliau saat diwawancara oleh moderator terkait siapa saja tokoh utama untuk mewujudkan merdeka belajar sesuai dengan tema Hardiknas 2021 “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan wawancara dengan Guru sekaligus Pendiri Komunitas Guree Aceh Meureuno, Indra Mardiani, S.Pd.  terkait peran guru dalam literasi yang disambut dengan antusiasme peserta. Dalam wawancara tersebut, Ibu Indra menyampaikan pengalamannya dalam dunia tulis menulis dan alasan beliau mendirikan Komunitas Guree Aceh Meureuno yang bertujuan untuk meningkatkan giat literasi dengan melibatkan teman-teman seprofesi demi anak negeri.

Ibu lima anak yang telah menulis lebih dari 20 buku ini juga membagikan metode yang digunakan dalam menulis praktik baik dalam bentuk cerita anak. “Metode yang saya gunakan dalam menulis cerita anak adalah Metode ATAP yaitu Awalan, Tantangan, Aksi dan Pelajaran” ungkapnya saat paparan. Beliau kemudian melanjutkan dengan mencontohkan bagaimana menulis dengan metode ATAP tersebut.

Kegiatan ditutup dengan materi yang paling ditunggu-tunggu peserta, penjelasan Kerangka Acuan Penulisan Praktik Baik oleh para Widyaprada Ahli Madya LPMP Provinsi Aceh, Putra Jaya, S.Pd, M.Si yang didampingi oleh Drs. T. Husni, M.Pd. Narasumber menjelaskan ketentuan dalam menulis praktik baik dan menjelaskan template yang digunakan dalam ajang menulis tersebut, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan para peserta.

Leave a Reply