BPMP Provinsi Aceh telah selesai menyelenggarakan kegiatan “Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Melalui Penguatan Literasi Tahun 2023” Gelombang kedua. Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 18 s.d. 21 Oktober 2023 di lokasi wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
Bimtek dilaksanakan di 5 tempat berbeda yaitu Hotel Grand Arabia, Hotel Grand Permata Hati, Hotel Permata Hati, The Pade Hotel dan Hotel Amel Convention Hall dengan fasilitator yaitu Guru Penggerak dan Pengawas yang telah dilatih pada kegiatan ToT Bimtek Pemulihan Pembelajaran di Batam yang diselenggarakan Kemendikbudristek.
Kegiatan bimtek ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait strategi benahi literasi dan menyusun rencana tindak lanjut untuk pemulihan komunitas belajar.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia yang telah berlangsung lama. Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan peringkat Indonesia pada literasi membaca ke 74 dari 79 negara; literasi matematika dan literasi sains peringkat ke 73 dan ke 71 dari 79 negara partisipan PISA. Hasil PISA ini membuktikan kemampuan literasi siswa Indonesia jauh tertinggal dari Thailand, Malaysia, dan negara Asia Pasifik lainnya. Hasil PISA ini juga menunjukkan masih terjadi kesenjangan kualitas pembelajaran antar wilayah dan antar kelompok sosial ekonomi.
Selain itu, dari data hasil Asesmen Nasional tahun 2021 menunjukkan bahwa 1 dari 2 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi dan 2 dari 3 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum numerasi. Hasil Asesmen Nasional Provinsi Aceh Tahun 2021 menunjukkan bahwa Aceh menempati posisi 10 besar provinsi dengan jumlah sekolah dasar (SD) yang membutuhkan intervensi khusus dan hasil Asesmen Nasional Tahun 2022 Provinsi Aceh meningkat menempati posisi 5 besar provinsi dengan jumlah SD membutuhkan intervensi khusus.
Untuk keluar dari krisis pembelajaran ini, Kemendikbudristek telah melakukan berbagai upaya, antara lain melalui peluncuran Episode 24 Merdeka Belajar yang esensinya mengupayakan memulihkan sekaligus mengejar ketertinggalan pembelajaran. Upaya lainnya dengan melakukan pencetakan dan pengiriman buku bacaan bermutu ke satuan PAUD dan SD, pendampingan pemanfaatan buku, pengiriman mahasiswa Kampus Mengajar, dan ikut mendorong Guru Penggerak menjadi Kepala Sekolah di satuan pendidikan yang membutuhkan intervensi khusus.


